SMPN 2 Cianjur Raih Juara I Sekolah Sehat Tingkat Kabupaten Cianjur

273

dutapublik, CIANJUR – Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Cianjur yang berlokasi di Jalan Siliwangi No. 104, Sawah Gede, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berhasil meraih Juara ke-1 lomba sekolah sehat jenjang SMP yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur, dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur.

Kepala sekolah SMPN 2 Cianjur Tono Hartono, S.Pd, M.Pd., kepada dutapublik ketika ditemui di ruang kerjanya Rabu (16/11) mengaku sangat bangga bisa meraih Juara I lomba sekolah sehat sekabupaten Cianjur.

” Sebetulnya sekolah sehat itu bukan untuk lomba, bahwa hidup sehat itu merupakan kebutuhan setiap manusia baik di sekolah maupun di rumah, jadi juara itu bukan tujuan utama. Tujuannya bagaimana sekolah itu menjadi sekolah sehat sehingga anak-anak nyaman di sekolah namun diapresiasi menjadi juara pertama Ya Alhamdulilah, ” kata Kepsek SMPN 2 Cianjur.

“Semoga juara Sekolah Sehat ini kami dapat mempertahankannya bisa meningkatkan prestasi-prestasi yang sudah diraih, ” harap kepsek.

Masih kata Tono, bahwa pihaknya ingin agar menjadi kebiasaan pola hidup yang bersih bagi anak-anak, paling penting bagaimana siswa siswi dapat menjalankan pola hidup sehat dan bersih.

“Apa artinya juara kalau tidak bisa menerapkannya kepada 1.286 siswa, ” tandasnya.

Selain itu, dijelaskan Kepsek, ada program di mana para siswi setiap satu pekan sekali diberikan obat penambah darah setiap hari Jum’ at, itu diambilkan oleh anak-anak KKR (Kader Kesehatan Remaja) mereka sudah dibekali pembekalan bagaimana mensosialisasikan pentingnya pemberian obat penambah darah, juga mensosialisasikan pentingnya kesehatan remaja baik di sekolah maupun di rumah.

” Kalau keseharian ada anak PMR (Palang Merah Remaja), PMR itu lebih kepada penanganan pertolongan pertama pada kecelakaan, ” kata kepsek.

Lanjut Tono, kami pun telah bersinergi dengan Puskesmas Kecamatan Cianjur di mana pihak Puskesmas memberikan obat tablet penambah darah,

” Kami hanya menyalurkan saja memberikan mendistribusikan kepada anak- anak perempuan saja. Kenapa yang diberikan perempuan, karena berkaitan dengan pencegahan stunting sejalan dengan program tersebut. Karena anak perempuan nantinya mengandung dan melahirkan, ” paparnya.

Bukan hanya itu saja, dijelaskan kepsek, kerjasama dalam penanganan anak sakit pihak Puskesmas memberikan pelayanan agar anak tersebut dapat dirujuk ke puskesmas, karena di ruang UKS itu prosedurnya hanya boleh tinggal di ruang UKS itu hanya satu jam.

“Kalau satu jam membaik, mereka ke kelas lagi mengikuti pembelajaran, namun apabila tidak membaik perlu dirujuk ke puskesmas, maka kami rujuk ke Puskesmas, ” pungkasnya. (Yn).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *