dutapublik.com, KARAWANG – Kebengisan dan kebrutalan tentara zionis Israel semakin nyata terhadap rakyat Palestina yang bermukim di jalur Gaza. Serangan Jet-Jet tempur Israel telah menghancurkan bangunan yang berada di wilayah tersebut.
Akibat bombardir zionis Israel yang membabi buta, mengakibatkan 139 orang tewas dan 40 diantaranya adalah anak-anak. Israel berdalih serangan tersebut ditujukan untuk menghancurkan situs-situs peluncuran roket pejuang Hamas di Gaza.
Namun, faktanya banyak warga yang tidak berdosa turut menjadi korban kebrutalan tentara zionis Israel tersebut. Serangan udara zionis Israel pada mulanya dipicu oleh serangan roket pejuang Hamas ke wilayah Israel. Tindakan pejuang Hamas yang melakukan serangan roket tidak terlepas dari tindakan brutal tentara zionis Israel sebelumnya terhadap Jamaah yang sedang beribadah di mesjid Al Aqsa.
Dalam peristiwa tersebut, ratusan Jamaah mengalami luka-luka. Sementara dari tentara zionis Israel dikabarkan 47 orang tentaranya terluka.
Tindakan brutal tentara zionis Israel terhadap Jamaah di dalam Masjid Al Aqsa, menimbulkan kemarahan warga Palestina dan pejuang Hamas pun meluncurkan puluhan roket ke wilayah Israel.
Serangan roket pejuang Hamas dibalas oleh zionis Israel dengan membombardir Gaza, serangan sporadis tersebut mengakibatkan kerusakan parah dan merenggut nyawa 139 warga Palestina.
Tindakan biadab pasukan zionis Israel menimbulkan kecaman dari sejumlah pemimpin dunia dan menyebabkan gelombang protes umat Muslim diseluruh dunia.
Sampai dengan hari Sabtu (15/05/2021) pasukan zionis Israel masih terus melakukan serangan ke wilayah Gaza dan kemungkinan jatuhnya korban jiwa akibat serangan tersebut akan terus bertambah.
Meski demikian para pejuang Hamas tidak gentar menghadapi serangan pasukan zionis Israel, mereka bahkan terus melakukan serangan balasan ke wilayah Israel.
Konflik berdarah pasukan zionis Israel dengan para pejuang Hamas diprediksi akan berlangsung lama. Jika hal ini tidak segera dihentikan maka akan semakin banyak korban dari warga sipil Palestina.
Dewan Keamanan PBB harus segera turun tangan untuk menghentikan pertempuran tidak seimbang ini, agar jatuhnya korban jiwa lebih banyak lagi dapat dihindarkan. (endang andi)





