dutapublik.com, BEKASI – Ketua LSM Sniper Indonesia yang juga admin Grup WhatsApp FINTER (Forum Interaksi Rakyat), Gunawan menegaskan bahwa statement para pemerhati pemerintah kabupaten Bekasi tidak punya maksud untuk menghilangkan hak politik politik anggota DPRD Kabupaten Bekasi berupa Pokok Pikiran (Pokir).
“Sebetulnya kawan-kawan pemerhati tidak bermaksud untuk menghilangkan atau menutup hak politik anggaran DPRD berupa Pokok-Pokok Pikiran DPRD. Buktinya selama 4 tahun menjabat penyusunan anggaran Pokok-Pokok Pikiran DPRD dalam APBD yang dituangkan dalam RKPD berjalan mulus,” ujar Gunawan dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/5).
Namun, kata Gunawan yang menjadi harapan kawan-kawan pemerhati dengan akan berakhirnya masa jabatan DPRD, agar Wakil Rakyat Kabupaten Bekasi dapat menangkap isue-isue strategis yang harus diselesaikan sebagai wujud kado kepada masyarakat Kabupaten Bekasi.
“Isu strategis yang harus diselesaikan dalam pembangunan daerah sangatlah banyak, namun kemampuan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) kabupaten bekasi sangat terbatas. Untuk itu, saya berharap, dalam penyusunan RKPD, para perangkat daerah dapat menyusun program pembangunan yang terarah, terukur, akuntabel, dan mampu menjawab isu-isu strategis di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.
Begitu halnya, DPRD dalam pembahasan RAPBD, skala prioritas harus menjadi landasan mengamankan alokasi anggaran. “Amankan pada program-program prioritas. Saya minta Dewan Kabupaten Bekasi untuk berpikir terbuka, memiliki visi ke depan, integratif, dan inovatif.”
Selain itu kata Gunawan, kepada para perangkat daerah dan legislatif meminta prioritas pembangunan tercermin dalam penanganan infrastruktur jalan kabupaten dan jembatan. Sebab menurutnya, infrastruktur itu menjadi parameter yang digunakan oleh masyarakat untuk mengukur keberhasilan pembangunan di kabupaten bekasi. Juga meminta peningkatan infrastruktur pendidikan dasar, demi percepatan pembangunan sumber daya manusia.
Perlu diketahui bahwa sebelumnya terjadi diskusi yang cukup seru di Grup WhatsApp FINTER antara para pemerhati dan Pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi terkait politik anggaran yang selama ini dijalankan. Tak sedikit kritik tajam dilayangkan para pemerhati yang tujuannya tidak lain untuk kemajuan Kabupaten Bekasi itu sendiri. (Uya)





