Aktivis Sentil Kades Pasirkamuning :  Patung Kuda Dirobohin Cuman Diem, Ada Jalan Berlubang Slow Respon

905

dutapublik.com, KARAWANG – Aktivis Karawang, A. Tatang Robert mulai menyentil kinerja Kades Pasirkamuning, Didin Mahrudin alias Lurah Bule. Robert menilai selama menjabat sebagai Kades Pasirkamuning, Lurah Bule nampak kurang semangat dalam membangun desanya, salah satunya adalah dibiarkannya jalan berlubang di Dusun Salem sekian lama tanpa penanganan, walaupun ada penanganan baru-baru ini dari Lurah Bule namun karena kerusakan terlalu parah maka penanganan tersebut tidak berarti apa-apa karena jalan kembali berlubang.

Salah Satu Mobil Truk Kembali Jadi Korban Jalan Berlubang Di Dusun Salem Desa Pasirkamuning

Bahkan sudah dua mobil truk menjadi korban akibat jalan berlubang ini. Mobil tersebut ban nya masuk ke lubang di jalan rusak tersebut sehingga jalan tersebut terpaksa ditutup untuk umum.

Robert kembali menyebut kinerja Lurah Bule pada saat baru menjabat ketika ada  oknum warga merobohkan patung kuda yang dipasang di depan kantor desa Pasirkamuning tak lama usai dilantik, Lurah Bule hanya diam saja tanpa tindakan.

“Patung Kuda di depan kantor desa Pasirkamuning warisan Kades sebelumnya dirusak oknum warga, Lurah Bule cuman diem aja, padahal sumber dana pembuatan patung kuda itu masih belum jelas, ada yang bilang dana pribadi ada yang bilang dari uang rakyat. Kalau dari uang rakyat kan ribet urusannya,” ujar Robert, Senin (20/12).

“Lalu giliran membangun Lurah Bule malah slow respon, contohnya  memperbaiki jalan berlubang kok gak semangat yah, cenderung lemot lah kalau saya nilai,” urainya.

Masih kata Robert, seharunya Lurah Bule langsung tanggap memberitahukan kerusakan jalan ke Dinas terkait sebelum kerusakannya kian parah. Jangan menunggu parah, dan nantinya alasan itu bukan kewenangan desa.

“Saya tau nanti kalau ada korban, Lurah Bule paling ujung-ujungnya beralasan ini bukan kewenangan Kades,” ungkapnya.

Lalu kata Robert, sebagai pejabat publik, Lurah Bule nampak kurang peka terhadap kepentingan publik. Robert menilai Lurah Bule hanya memikirkan warga desanya saja, tanpa memikirkan warga desa yang ikut melintas di jalan tersebut. “Ada kesan Lurah Didin seperti gak mau peka terhadap warga desa lain yang kesusahan ketika melewati jalan rusak tersebut. Ingat dia itu pejabat publik digaji negara yang mengabdi kepada rakyat,” pungkasnya.

Sementara itu, Lurah Bule belum lama ini saat inu dikonfirmasi via whatsapp mengaku sudah melakukan pengecoran jalan rusak tersebut. “Itu sudah kita bantu cor kemaren,” singkat Lurah Bule.

Selanjutnya Lurah Bule malahan balik mempertanyakan dutapublik.com terkait instansi mana yang mempunyai kewenangan memperbaiki jalan tersebut.

“Kewengan lokal desa atau dinas PUPR?
jalan kabupaten? itu kewenangan siapa sebenarnya? Dinas kale,” pungkasnya. (uya)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *