Andre Sesalkan Oknum Yang Menolak Kedatangan Presiden Jokowi Ke Kalbar

802

dutapublik.com, MEMPAWAH – Sudah beberapa pekan ini, beberapa Kabupaten yang ada di Provinsi Kalimantan Barat dilanda Banjir yang belum usai. Sehingga dengan adanya musibah tersebut dari berbagai kalangan lapisan masyarakat dan pemerintah tergerak untuk melakukan aksi sosial dan menyalurkan bantuan terhadap para korban banjir.

Termasuk Presiden Joko Widodo dikabarkan bahwa akan datang ke Kalimantan Barat untuk meninjau langsung tempat kejadian banjir yang ada. Namun, maksud baik tersebut ada beberapa pihak yang menolak akan kedatangan Jokowi.

Andre, Ketua Rayon PGSD PMII Komisariat UNU Peniraman Cabang Mempawah, sontak menanggapi atas penolakan kedatangan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

“Suatu pernyataan yang sedikit menyakitkan hati, di mana di saat dilanda musibah ada segelintir oknum yang menolak kedatangan seorang pemimpin,” ungkapnya kepada awak media dutapublik.com, pada Rabu (17/11).

Dikatakan Andre, Musibah atau pun banjir bukan suatu yang diinginkan, melainkan sudah kehendak Tuhan yang diturunkan. Meskipun beberapa faktor yang mengundangnya untuk datang.

“Menurut saya, kedatangan seorang pemimpin di saat dilanda musibah ialah suatu perestasi yang membanggakan. Khususnya kami yang lagi membutuhkan, karena tidak semua pemimpin yang mau langsung berjibaku merasakan suatu kesedihan yang saat ini kami rasakan,” tuturnya.

Andre juga menyampaikan, agar untuk selalu berprasangka baik atas kedatangan Presiden di Kalimantan Barat.

“Ayolah belajar berprasangka baik sebagai rakyat Indonesia di saat seperti ini. Cobalah untuk berpikir rasional. Datangnya pemimpin tentu ada suatu rencana dan tindakan yang ingin diimplementasikan. Sehingga terciptanya suatu perubahan.”

“Banyak perestasi yang ditorehkan oleh pemimpin saat ini, yakni suatu peradaban perubahan. Masa tindakan beliau saat ini mau kita tuding ialah suatu tindakan pencitraan,” (Munaki)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *