dutapublik.com, KARAWANG – Bantuan Pertanian yang digelontorkan oleh Pemkab Karawang kepada para petani seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik. Namun faktanya terjadi dugaan penyelewengan bantuan yang dilakukan para oknum yang terdiri dari oknum PPL dan oknum Ketua Kelompok Tani (Poktan).
Di salah satu kecamatan di Karawang, diduga terjadi kejadian hina tersebut. Dimana disebutkan oleh narasumber yang bisa dipercaya bahwa salah satu oknum PPL di salah satu desa binaan diduga memilik “komitmen khusus” dengan oknum Ketua Poktan terkait pengelolaan bantuan pertanian.
“Pasti itu PPL dan Ketua Poktan di desa tersebut ada main, saya pastikan mereka berdua juga punya komitmen khusus salah satunya terkait bantuan domba dimana mereka berdua itu punya komitmen bagi hasil dari bantuan pertanian,” ujar narasumber, beberapa waktu lalu.
Masih kata narasumber, oknum PPL tersebut juga membiarkan program pengembangan jamur yang dikelola oknum Ketua Poktan tak jelas arah dan tujuan. “Itu kan sebenarnya di dinas ga ada program untuk jamur, tapi dilaksanakan kan jelas tujuannya cuma mau ngabisin duit,” ungkapnya.
Sementara itu PPL berinisial Y yang disebut narasumber “bermain” dengan Ketua Poktan membantah tudingan tersebut. “Saya tugas sesuai tupoksi, gak ada itu saya bermain dengan Ketua Poktan,” ujar Y.
Namun Y tidak menampik adanya pemberian gratifikasi berupa beras dari Ketua Poktan setiap musim panen tiba. “Kalau dikasih beras itu benar, setiap panen pasti saya dikasih beras,” jelasnya.
Selanjutnya Ketua Poktan berinisial Wakil A ketika dikonfirmasi juga kompak membantah dirinya “bermain” dengan PPL dalam pengelolaan bantuan pertanian. “Iya pa Y itu sering ke saya, tapi mantau bantuan. Kalau dengan pa Y saya pastikan ga ada komitmen terkait bagi hasil dari bantuan Pertanian,” ungkap Wakil A. (Uya)





