dutapublik.com, KARAWANG – Perekonomian dan bidang usaha yang digeluti masyarakat sangatlah beragam. Namun pada intinya agar bisa meningkatkan tarap ekonomi demi kesejahteraan hidup si pelaku usaha dan keluarganya.
Untuk mencapai kesuksesan, tak jarang para pelaku usaha harus memutar otak dan menguras tenaga serta modal. Tak jarang juga banyaknya pelaku usaha yang gulung tikar akibat tidak mampu bertahan dalan mengelola usahanya.
Menyikapi semua itu, salah satunya industri rumahan pengolahan Pindang yang berlokasi di Dusun Dadut Utara Rt. 01 Rw. 07 Desa Jayamukti Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang yang dimiliki oleh Cain (38).
Pada kesempatan, Cain menuturkan asal mula usaha yang digelutinya, yang dimulai dari tahun 2000an tersebut.

Keterangan Gambar 2: Cain (Kiri) Bersama Bupati Karawang Celiica Nurachadiana (Tengah)
“Awalnya saya dagang pakai sepeda, keliling kampung dari kampung satu ke kampung yang lain sampai ke wilayah Subang dan Purwakarta. Akhirnya pada tahun 2016 akhir, Alhamdulillah Allah SWT mengabulkan do’a saya untuk mempunyai pengolahan Pindang dan sekarang sudah mempunyai 9 orang karyawan,” ungkapnya.
Cain menerangkan, bahwa usahanya itu berawal hanya mengolah ikan menjadi Pindang sebanyak 20-60kg.
“Alhamdulillah untuk saat ini sudah mencapai 4 ton per bulan,” sebutnya.
Hasil olahan Pindang Ikan Bandeng milik Cain, diketahui sekarang sudah memiliki merek dagang, yaitu Inukmi dan Bandeng Juara.
Dengan semakin meningkatnya kapasitas produksinya, Cain berharap kepada Pemdes Jayamukti dan Pemdes Cicinde Utara, agar melakukan normalisasi saluran pembangunan air bekas cucian ikan yang kondisinya saat ini masih dangkal. (radi)





