Diduga Mendapat Perlakuan Tak Layak, Keluarga PMI HPA Asal Plered Purwakarta Minta Pihak Pemroses Bertanggung Jawab

566

dutapublik.com, PURWAKARTA – Hilda Pingkan Ali (22) seorang PMI asal Plered Kabupaten Purwakarta Jawa Barat diberangkatkan ke negara tujuan Saudi Arabia pada Agustus 2021, melalui sponsor YN secara unprosedural, saat ini diduga ia mendapat perlakuan yang tidak layak dan dalam keadaan sakit, sehingga tidak sanggup untuk bekerja lagi.

“Pemberangkatan awal sponsornya yani, sebenarnya ia tidak mau untuk kerja ke Saudi Arabia, tetapi karena bujuk rayu sponsor akhirnya secara terpaksa ia berangkat juga, ” kata Iskandar Agung Paman Hilda.

Diterangkannya, saat ini kondisi keponakannya tersebut sangat memperihatinkan, pasalnya mendapat perlakuan yang tak layak, terlebih dalam kondisi sakit dan secara psikis terganggu, tiap hari hanya bisa mengeluh sakit.

“Saat ini keponakan saya kondisinya memperihatinkan, kesehatan nya terganggu, mentalnya down, tiap hari ia mengeluh sakit, hal tersebut saya ketahui setelah komunikasi dengan Hilda lewat telpon,” tutur Iskandar.

Lebih jauh ia menerangkan kondisi Hilda saat ini berada di penampungan tak ubahnya seperti terkurung dalam penjara yang mendapat perlakuan layaknya tahanan.

“Sekarang dia ada di penampungan seperti pekerja yang dipaksa, ia di sana makan tidak layak, sakit tidak diobati, kondisinya tertekan seperti di penjara, ” jelasnya.

Di saat sama kaka Hilda, Rika mengatakan bahwa semenjak keberangkatan adiknya ke Saudi Arabia, tak ayal menggoreskan luka mendalam kepada ibunya, pasalnya setelah kepergiannya tersebut, ibunda Hilda jatuh sakit karena selalu memikirkan nasib anaknya yang pergi nun jauh di sana, dan entah bagaimana nasibnya, hingga ia pun menghembuskan nafas terakhirnya.

“Sebelum wafat ibu saya sempat berwasiat mengatakan bahwa Hilda sebenarnya tidak mau kerja ke Saudi Arabia, namun karena bujuk rayu sponsor yang setengah memaksa, maka Hilda akhirnya berangkat juga, ” ungkapnya.

Atas prahara yang menimpa adik dan keponakannya tersebut, pihak keluarga dalam hal ini kakak dan paman PMI Hilda meminta pertanggungjawaban pihak yang memberangkatkannya agar secepatnya memulangkannya ke tanah air Indonesia.

“Kami keluarga di Indonesia mengharapkan kepada siapa saja pihak yang terkait yang terlibat memberangkatkan, agar segera memulangkan ke tanah air, jika permohonan kami tidak diindahkan, maka kami akan menempuh jalur hukum dengan membuat laporan polisi,” pungkasnya.

Saat jurnalis dutapublik.com hendak mengkonfirmasi YN selaku pemroses  melalui sambungan whatsapp, namun tidak bisa dihubungi, hingga berita ini diterbitkan belum ada penjelasan dari YN. (AR)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *