dutapublik.com, MADINA – Aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Muara Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, kembali menelan korban jiwa. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu sore, 31 Januari 2026, di lokasi Muara Tagor, salah satu tambang ilegal yang hingga kini masih beroperasi di tengah sorotan publik terkait lemahnya pengawasan.
Seorang warga bernama Budi Hartono (45), petani asal Desa Huta Dangka, dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban diduga meninggal saat sedang beraktivitas di area pertambangan ilegal tersebut.
Selain korban meninggal, dua warga lainnya, Ahmad Sarif (30) dan Masdi Lubis (50), mengalami luka serius berupa patah kaki dan luka sobek di bagian kepala. Keduanya saat ini menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat.
Warga setempat menyebut kecelakaan kerja di lokasi PETI tersebut telah berulang kali terjadi. Meski korban jiwa terus bertambah, aktivitas tambang ilegal masih tetap berlanjut. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait efektivitas pengawasan serta penegakan hukum di lapangan.
Jawaban Resmi Kapolres Madina
Menanggapi insiden tersebut, Kapolres Mandailing Natal, AKBP Bagus Priyandy, S.IK, M.Si, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan dan saat ini penanganan kasus sedang dilakukan oleh Polsek Kotanopan bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mandailing Natal, Sumatera Utara.
“Terima kasih atas informasinya. Saat ini kasus tersebut sedang dalam penanganan Polsek Kotanopan dan Satreskrim Polres Mandailing Natal,” ujar AKBP Bagus Priyandy.
Meskipun proses penegakan hukum tengah berjalan, masyarakat berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum tidak berhenti pada penanganan administratif semata. Langkah tegas, transparan, dan berkelanjutan dinilai sangat penting untuk menghentikan aktivitas PETI yang membahayakan keselamatan warga serta merusak lingkungan.
Tragedi di Muara Pungkut menjadi pengingat keras bahwa PETI bukan sekadar pelanggaran izin, melainkan ancaman nyata terhadap nyawa manusia sekaligus cerminan lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di tingkat lokal.
Dutapublik.com akan terus mengawal kasus ini, memantau langkah kepolisian, serta memastikan publik memperoleh informasi yang akurat dan transparan terkait perkembangan penanganan perkara. (S.N)





