dutapublik.com, KUBU RAYA – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU IPPNU) Kabupaten Kubu Raya gelar Zawiyah Ramadhan Via Zoom Meeting, pada Jum’at (8/4).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh ketua PC IPNU Abdusshamad dan ketua PC IPPNU Novianti serta Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LD NU) Kabupaten Kubu Raya Abuya KH. M. Zulkifli AH, S.Pd.I., sebagai Narasumber pada kegiatan tersebut.
Kegiatan dibuka dengan pembacaan Ummul Qur’an sebagai bentuk tradisi NU agar mendapat Barokah dari para Mu’assis Nahdlatul Ulama.
Dalam Kajiannya Zulkifli menyampaikan, bahwa Puasa itu artinya menahan namun tidak cukup dengan hanya menahan untuk tidak makan dan minum saja, puasa itu juga berarti menahan diri untuk tidak bermaksiat.
“Secara bahasa Puasa berarti menahan, yakni menahan untuk tidak makan dan tidak minum. Namun dalam pelaksanaannya konteksnya tidak hanya itu, karena menahan tersebut juga dapat berarti menahan diri kita untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat,” jelasnya.
Selain itu juga Ia mengumpamakan orang yang berpuasa itu seperti Ulat yang sedang berproses menjadi kupu-kupu atau Ular yang sedang berganti kulit.
“Jika puasa hanya diartikan menahan lapar dan haus saja maka orang yang melaksanakan puasa itu tidak ada bedanya dengan Ulat yang sedang berproses menjadi kupu-kupu atau Ular yang sedang berganti kulit. Sama-sama tidak makan sama-sama tidak minum.”
“Nah maka yang membedakan apa? Jika Ulat atau Ular hanya menahan lapar dan haus saja, maka manusia selain menahan lapar dan haus juga menahan dirinya untuk tidak bermaksiat. Dengan apa? Dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an, Shalat Tarawih dan amalan-amalan lainnya,” urainya.
Kegiatan yang juga dihadiri oleh seluruh kader IPNU IPPNU se-Kubu Raya itu, lanjut Zulkifli, diadakan sebagai bentuk upaya agar IPNU IPPNU dapat menjadi media kader-kader NU di Kubu Raya, mengenal lebih dalam tentang Puasa khususnya dan Islam Ahlu Sunnah Wal Jamaah pada umumnya.
“Hal ini juga di maksudkan agar pelajar-pelajar NU tidak mudah diintervensi oleh paham-paham yang tidak sesuai dengan ajaran Islam Aswaja,” pungkasnya. (Sofiyeh)





