dutapublik.com, SULUT – Niat puasa Ramadhan 2026 menjadi hal yang banyak dicari umat Islam menjelang datangnya bulan suci 1447 Hijriah.
Baik bagi yang ingin membaca niat sebulan penuh di awal Ramadhan maupun yang terbiasa melafalkannya setiap malam, keduanya dikenal dalam praktik ibadah umat Islam.
Ramadhan 1447 H/2026 M diperkirakan dimulai pada Februari 2026. Karena itu, persiapan menyambut bulan suci biasanya sudah dilakukan sejak bulan Syaban.
Dalam ibadah puasa, niat merupakan bagian yang sangat penting. Niat terletak di dalam hati. Namun, banyak umat Islam yang tetap melafalkannya agar lebih mantap dan terhindar dari keraguan.
Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh
Sebagian umat Muslim membaca niat puasa untuk satu bulan penuh pada malam pertama Ramadhan.
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كُلِّهِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma syahri Ramadhāna kullihi lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Saya niat berpuasa selama satu bulan Ramadhan karena Allah Ta‘ala.”
Niat ini biasanya dibaca setelah salat Tarawih pada malam pertama atau sebelum sahur pertama. Meski demikian, banyak yang tetap memperbarui niat setiap malam sebagai bentuk kehati-hatian.
Niat Puasa Ramadhan Harian
Bagi yang terbiasa membaca niat setiap malam, berikut lafaz yang umum dibaca:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardu di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta‘ala.”
Niat ini dibaca pada malam hari hingga sebelum waktu Subuh. Ada yang membacanya setelah salat Tarawih, ada pula yang membacanya menjelang sahur.
Perlukah Niat Dilafalkan?
Dalam ajaran Islam, niat pada dasarnya cukup di dalam hati. Melafalkan niat bukanlah syarat sah puasa, tetapi menjadi kebiasaan yang banyak dilakukan agar lebih mantap dan fokus dalam menjalankan ibadah.
Kedua praktik tersebut sama-sama dikenal di tengah umat Islam. Yang terpenting adalah kesungguhan dan kesadaran dalam menjalankan puasa Ramadhan dengan penuh keikhlasan.
Ramadhan selalu hadir membawa suasana yang berbeda. Persiapan sederhana seperti menghafal kembali niat puasa mungkin terasa kecil, tetapi sarat makna bagi setiap Muslim yang ingin menyambut bulan suci dengan hati yang bersih. (Effendy)





