dutapublik.com, BANDUNG BARAT – Entin (60) warga Kampung Ciluncat RT 02 RW 15 Desa Cimerang Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat, menggeluti usaha Telur Asin sudah tiga puluh tujuh tahun tetap bertahan.
“Saya merintis usaha Telur Asin sudah tiga puluh tujuh tahun sejak anak saya masih kecil, usia tiga tahun,” tuturnya.
Lanjutnya,awal merintis usaha sebagai pedagang Telur Bebek. Ketika anaknya mau makan dengan Telur, pada saat itu Telur merupakan barang langka. Dari situ Ia merintis usaha supaya anaknya bisa makan dengan Telur.
“Waktu anak saya berusia tiga tahun, Ia menangis mau makan dengan Telur, saat itu Telur masih langka,” kenangnya.
Kini, di usia senja, dalam menjalankan usaha sebagai pedagang Telur Bebek, Ia dibantu anaknya Ida (40), baik dalam mencari bahan baku Telur Bebek maupun dalam proses pembuatan Telur Asin.
Kendati di masa pandemi COVID-19 usahanya mengalami penurunan pendapatan, namun Entin dan Ida anaknya tetap dengan penuh semangat menggeluti usaha sebagai pedagang Telur Bebek.
Ia sangat mengharapkan bantuan dana dari pemerintah untuk tambahan modal usahanya agar usaha tetap berjalan dan tidak gulung tikar.
“Saya sebagai orang kecil sangat mengharapkan perhatian dan bantuan pemerintah untuk kelangsungan usaha dan juga agar harga tetap stabil,” harapnya. (SHD)





