dutapublik.com, BEKASI – Seyogianya pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah melalui pihak kedua, harus memperhatikan dan menjalankan spesifikasi yang ada, sehingga kualitas dari pembangunan tersebut bisa terjamin.
Tetapi, lain hal dengan kegiatan penataan jalan Kalimalang (Median Tegaldanas-Tegalgede) yang dilakukan oleh PT. Bekasi Raya Putra dengan nilai aggaran sebesar Rp14 miliar lebih, diduga ada beberapa meter pembangunan median jalan yang pekerjaannya tidak mengikuti spek. Sehingga dinilai akan mengakibatkan kualitas jalan tersebut kurang maksimal.
Hal itu mendapat sorotan dari ketua LSM Kompak Koalisi Kabupaten Bekasi Adi Sukriyadi, S.E., yang mengatakan hal-hal yang diduga tidak mengikuti spek yaitu dalam pekerjaan median jalan, tepatnya di depan pintu 11 Jababeka pasar bersih.
“Pembangunan median jalan tersebut tidak diberikan atau dipasang batu kapur dan batu seplit/makadam terlebih dahulu. Sementara pembangunan median jalan yang lainnya dipasang atau dikasih batu kapur dan seplit/makadam,” katanya, kepada media dutapublik.com, Minggu (21/11).

Keterangan Gambar 2: Proyek Jalan Median Tegaldanas-Tegalgede
Adi menegaskan, temuan tersebut akan dilaporkan Ke Dinas Inspektorat Kabupaten Bekasi dan ke Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi supaya mengecek kegiatan tersebut.
“Saya meminta kalau memang dalam pekerjaan tersebut adanya kejanggalan atau diduga adanya sarat korupsi, maka pihak terkait agar menindak kontraktor tersebut sebagai pembelajaran bagi yang lainnya.”
“Sehingga pembangunan atau kegiatan apapun tidak hanya berorientasi terhadap keuntungan semata dan harus mementingkan Kualitas dari proyek tersebut,” tegasnya.
Diungkapkan Adi, terkait temuan kejanggalan tersebut, pihaknya sudah melayangkan Surat Permintaan cek atau audit terhadap proyek tersebut kepada Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga Dan Bina Konstruksi juga Dinas Inspektorat Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu.
Sementara pihak PT. Bekasi Raya Putra selaku pelaksana pekerjaan, sampai berita ini diterbitkan, belum bisa dikonfirmasi. (Iwan Ridwan)





