dutapublik.com, CIANJUR – Kelompok Tani Hutan (KLH) Alam Lestari berlokasi di kampung Neglasari, Desa Ciramagirang, Kecamatan Cikalongkulon kabupaten Cianjur Jawa Barat melaksanakan kegiatan pembuatan Kebun Bibit Rakyat (KBR) Kabupaten Cianjur Tahun 2022 dalam rangka menjalankan dan merealisasikan program bantuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung, Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Citarum-Ciliwung.
Hal ini diutarakan Herman Permana ketua Kelompok Tani Hutan Alam Lestari kepada jurnalis dutapublik.com di Lokasi Kebun Bibit Rakyat (KBR) KTH Alam Lestari, Senin (1/8).
“Ini adalah salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui BP DAS Citarum- Ciliwung, namanya program KBR yang sudah diprogramkan oleh KLHK untuk Penghijauan kembali lahan-lahan kritis yang sudah ditentukan di wilayah wilayah yang sudah diplot diajukan kepada BP DAS seluas 35 hektar jumlahnya minimal 35.000 pohon.dengan jenis bibit sengon dan Alpukat,” katanya.
Lebih jauh ia menjelaskan bahwa bibit dari KBR Poktan Alam Lestari yang sudah siap ditanam pada musim tanam selanjutnya akan disebar kepada masyarakat kelompok Tani Hutan (KTR) dan diberikan secara gratis atau cuma-cuma.
“Rencana penyebaran bibit (RPB) diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat Kelompok Tani Hutan (KTH) yang tergabung ke dalam keanggotaan Kelompok Tani Alam Lestari yang berdiri Tahun 2010,” imbuhnya.
Lanjutnya, bagi warga yang ingin bergabung ke dalam kelompok tani syaratnya relatif mudah yaitu punya lahan yang siap untuk ditanami dan memberikan identitas KTP.
“bagi warga yang ingin bergabung menjadi anggota kelompok tani syaratnya cukup mudah yang pertama punya lahan yang siap ditanam yang kedua memberikan copy KTP untuk registrasi keanggotaan Kelompok di kami,” jelasnya.
Ia berharap program KBR tersebut berlanjut dengan program lanjutan lannya yang bekenaan dengan pemeliharaan dan pemupukan ketika bibit sudah ditanam di lahan masyarakat Kelompok Tani Rakyat.
“Harapan kami tentang KBR, ada lagi semacam program-program yang lain setelah penanaman di lapangan semacam pemeliharaan dan pemupukan karena unsur hara tanah sekarang sudah tidak bagus lagi kalau tidak didorong dengan pupuk dan pemeliharaan,” tutupnya. (RS/Kamil)





