Lagi Zaman Sulit, Siswa SMPN 2 Tempuran Digencet Oknum Guru Wajib Beli Buku Prakarya

469

dutapublik.com, KARAWANG – Larangan penjualan buku LKS (Lembar Kerja Siswa) atau Prakarya di sekolah masih banyak dilanggar oleh banyak sekolah di Kabupaten Karawang. Salah satunya diduga terjadi di SMPN 2 Tempuran.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu siswa SMPN 2 Tempuran yang menceritakan bahwa dirinya diharuskan membeli buku LKS/Prakarya dari oknum guru berinisial D.

“Disuruh beli LKS oleh Bu D seharga Rp165 ribu, tapi baru dibayar Rp50 ribu sama bapa saya,” ujar narasumber kepada dutapublik.com, Selasa (22/11).

Masih kata narasumber, setelah buku LKS ini lunas, bakal ada lagi jenis buku yang dijual Ibu D kepada para siswa. “Nanti beres LKS ada lagi buku dijual Ibu D,” ujarnya.

Sementara itu salah satu orang tua siswa SMPN 2 Tempuran bernama Wirjaya alias Empe mengaku geram dengan banyaknya pungutan di SMPN 2 Tempuran. Salah satunya yang marak kata Empe adalah dugaan jual beli buku LKS kepada siswa. “Ini memberatkan saya selaku orangtua siswa, apalagi sekarang zaman sulit, siswa terus digencet oknum guru untuk membeli buku LKS ini bener-bener keterlaluan,” ujar Empe.

Sementara itu, Ibu D saat dikonfirmasi dutapublik.com terkait adanya dugaan jual beli LKS malah mempersilahkan menanyakan langsung kepada Bapak Guntur. “Boleh ditanya langsung ke Pak Guntur,” ujarnya.

Lalu ketika dikejar pertanyaan bahwa dirinya merupakan pihak yang mengedarkan LKS, Ibu D memilih bungkam hingga berita ini dipublikasikan. (Uya)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *