dutapublik.com, BEKASI – Heboh, pasca tertangkapnya Wali Kota Bekasi Racmat Efendi oleh KPK pada Rabu (5/1) mengundang bermacam ragam reaksi dan tanggapan dari pelbagai pihak.
Ketua Umum Lembaga Aspirasi Masyarkat Indonesia (LAMI) Jonly Nahampun meminta kepada seluruh pihak penyelenggara pemerintah baik Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi agar berhati-hati dalam menjalankan tugas dan fungsinya. “Jangan sekali kali bermain api, melakukan Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN) yang dapat merugikan Keuangan negara, atau menggunakan Jabatannya dan kewenangannya dalam melakukan tindakan yang menuju ke ranah Korupsi,” ucapnya, Kamis (6/5).
Hal ini kata Jonly, harus jadi pelajaran bagi Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi, dimana sudah dua Pejabat sekelas Bupati dan Wali Kota di Bekasi tertangkap OTT oleh KPK.
“Bekasi berduka, tetapi pembangunan harus tetap berjalan, sesuai RAPBD yang telah ditetapkan agar aspirasi masyarakat Kota Bekasi berjalan, dan terkait hukum biarlah lembaga anti rasuah tersebut yang menanganinya sesuai koridor hukum yang berlaku,” kata Jonly.
Untuk di Kabupaten Bekasi, kata Jonly harus benar hati-hati. Apalagi terkait Rotasi Mutasi yang saat ini sudah ramai di sorot oleh masyarakat, semua harus berjalan sesuai aturan.
“Seharusnya Kota Bekasi mengambil pelajaran dari kejadian di Kabupaten Bekasi saat Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin yang ditangkap KPK pada tahun 2018 yang tersandung kasus Meikarta,” pungkas Jonly Nahampun. (SS)





