dutapublik.com, BEKASI – Program bantuan ternak sapi yang seharusnya menjadi harapan bagi petani di Kampung Bugel Salam, RT 02/01, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi justru berujung kekecewaan. Kelompok Tani Kahuripan, yang dipimpin oleh ketua kelompok Ja’an Jalaludin mengaku bahwa sapi bantuan yang diterima sudah dalam kondisi sakit sejak awal. Upaya perawatan yang mereka lakukan pun tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya sapi tersebut mati, menimbulkan polemik di kalangan petani.
“Sapi itu memang sudah sakit sejak kami terima. Kami berusaha merawatnya sebisa mungkin, tetapi akhirnya mati,” ungkap Ja’an kepada awak media Duta Publik, Jumat (21/2/2025).
Tentunya kejadian ini memicu pertanyaan besar mengenai kualitas serta pengawasan dalam program bantuan ternak yang disalurkan oleh dinas terkait.
Namun sangat disayangkan, saat dikonfirmasi mengenai hal ini, H. Abdilah selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi yang bertanggung jawab atas program bantuan tersebut memilih bungkam dan enggan memberikan tanggapan. Sikap diam ini semakin memperbesar kekecewaan masyarakat yang mempertanyakan transparansi serta akuntabilitas pemerintah dalam menyalurkan bantuan.
Masalah ini semakin pelik karena seharusnya program bantuan ternak bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Namun, fakta di lapangan menunjukkan ketidaksiapan pihak dinas dalam menyalurkan bantuan. Tidak adanya pemeriksaan kesehatan yang ketat sebelum distribusi, minimnya pendampingan bagi petani penerima, serta lemahnya pengawasan menjadi indikasi jelas bahwa program ini dijalankan secara asal-asalan.
Akibatnya, bukan hanya kelompok tani yang mengalami kerugian materi, tetapi juga harapan mereka untuk meningkatkan taraf hidup melalui sektor peternakan sirna begitu saja. Masyarakat kini menunggu penjelasan dari pihak Dinas Pertanian serta menuntut evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa setiap program bantuan harus diawasi ketat demi memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh penerima. (Rahmat/Toyeng)





