Kapolres Tapanuli Tengah Ajak Media Jadi Garda Terdepan Tangkal Hoaks dan Jaga Kondusivitas Daerah

78

dutapublik.com, TAPANULI TENGAH – Kepala Kepolisian Resor Tapanuli Tengah (Kapolres Tapteng) AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.H., mengajak seluruh insan pers dan media massa untuk menjadi garda terdepan dalam meluruskan informasi yang belum tentu kebenarannya serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Tapanuli Tengah.

Ajakan tersebut disampaikan Kapolres menyusul insiden penyerangan dan pemukulan terhadap dua personel Satuan Intelkam Polres Tapteng yang tengah bertugas mengamankan aksi unjuk rasa pada Jumat (31/10/2025).

Kapolres Tapteng membantah keras tuduhan yang menyebut dua anggotanya sebagai provokator dalam kericuhan tersebut. Ia menegaskan bahwa Brigadir W.M. dan Bripda C.C.T. justru menjadi korban pemukulan dan intimidasi saat menjalankan tugas negara.

“Tuduhan yang menyebut dua personel Satuan Intelkam Polres Tapteng sebagai provokator kericuhan adalah tidak benar. Mereka adalah korban saat bertugas. Saya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum terverifikasi,” tegas AKBP Wahyu Endrajaya.

Dalam keterangannya, Kapolres Wahyu Endrajaya menyoroti pentingnya peran strategis media dalam meluruskan fakta di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

“Kami berharap media menjadi mitra utama Polri dalam meluruskan informasi negatif. Mari bersama-sama jadikan media sebagai garda terdepan dalam menangkal berita yang belum tentu benar, menegakkan keadilan, serta menyampaikan fakta yang sebenarnya kepada publik, demi menjaga Kabupaten Tapanuli Tengah tetap kondusif,” pungkasnya. (S.N)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *