dutapublik.com – KARAWANG Acara rapat Minggon yang di gelar pada awal Ramadhan 1442 H, di belakang kantor Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang di hadiri Plt camat, Kapolsek, Danramil, Plt Puskesmas dan Kepala Desa se-Kecamatan.
Dengan suasana santai ditemani tiupan angin Pedesaan yang sejuk, membuat peserta rapat santai. Meskipun sedang melakukan ibadah puasa yang pertama kali di tahun ini, pada Selasa (13/4).
Agenda rapat sendiri membahas sekitar protokoler kesehatan (prokes) dan Vaksinasi yang sudah berjalan, serta pentingnya meningkatkan kesadaran dalam menerapkan 5M, terutama saat menjalankan ibadah di bulan Puasa seperti Tarawih dan lainnya serta menjelang Idul Fitri tiba, supaya tidak adanya muncul cluster baru Copid-19 dan Masyarakat bisa aman dan nyaman dalam menjalankan ibadah
“Pemerintah perlu terus mensosialisasikan penerapan 5M, terutama Pemerintahan Desa yang ada di Kecamatan Lemahabang, agar Masyarakatnya terhindar dari terpaparnya Copid-19 yang masih belum usai.”
“Apalagi saat musim lebaran nanti perlunya pengawasan dan pendataan bagi masyarakat yang keluar masuk wilayahnya guna mengantisipasi serta mencegah adanya cluster baru Copid-19, meskipun vaksinasi sudah berjalan,” ucap Kapten Sya’in saat menghimbau Aparat Desa yang ikut hadir dalam rapat Minggon tersebut.
Masih di tempat yang sama, Plt Camat Lemahabang, H. Arta, S.H. mengatakan, bahwa saat ini vaksinasi yang sudah dilakukan hanya untuk pelayan masyarakat.
“Vaksinasi sendiri baru berjalan pada pelayan Masyarakat atau pelayan publik saja. Karena pelayan Masyarakat atau pelayan publik dianggap sebagai garda terdepan dalam menjalankan tugas penanganan Copid-19,” katanya.
Setelah pelayan masyarakat, lanjut Arta, selanjutnya akan dilakukan vaksinasi bagi Lansia yang berusia di atas 60 th.
“Selanjutnya vaksinasi dilakukan ke masyarakat lanjut usia (lansia) yang berumur di atas 60 th. karena usia tersebut dianggap rentan terhadap penyakit serta rawan terpapar Copid-19,” imbuhnya.
Masih menurut Arta, setelah pelayan publik dan Lansia usai dilaksanakan, terakhir vaksinasi untuk masyarakat umum yang usianya di atas 17 th.
“Setelah itu barulah warga Masyarakat semua yang berumur di atas 17 th, supaya masyarakat memiliki daya tahan tubuh yang kuat serta tidak mudah terpapar Copid-19,” ucap Arta, saat di wawancarai awak media dutapublik.com di kantornya.
Ketika ditanyai mengenai jumlah Lansia yang ada di Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang. Arta menjelaskan, berdasarkan data sebanyak 3.283 Lansia yang sudah dilakukan vaksinasi baru berjalan di 2 Desa, yakni di Desa Lemahabang dan Desa Kedawung.
“Ada sekitar 3.283 Lansia di wilayahnya yang sudah terdata untuk siap di vaksinasi. Seperti yang sudah berjalan di 2 Desa yaitu Desa Lemahabang yang pertama melaksanakan vaksinasi untuk Lansia, dari jumlah lansia 440 orang dan sudah tervaksin sebanyak 116 Lansia.”
“Serta Desa Kedawung, Senin kemarin melakukan vaksinasi dari jumlah Lansia sebanyak 369 orang dan tervaksin sebanyak 90 orang. Dan dilanjutkan InsyaAllah untuk Desa Karangtanjung antara hari Rabu atau Kamis,” ungkapnya.
Sementara itu, saat disinggung bulan Puasa atau Ramadhan boleh divaksin atau tidaknya, Arta menjelaskan, bahwa vaksinasi boleh dilakukan di bulan Puasa, karena tidak menyebabkan batalnya puasa.
“Vaksinasi aman di lakukan meskipun di bulan Puasa bagi yang menjalankan Puasa. Karena vaksinasi di bulan Puasa aman dilakukan dan tidak membatalkan Puasa karena sudah ada Fatwanya diperbolehkan oleh Majlis Ulama Indonesia (MUI),” tandasnya. (uhe)





