dutapublik.com, BEKASI – Diduga terjadi pungli dalam program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilakukan oleh oknum pendamping PKH yang bertugas di Desa Labansari Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi Jawa Barat.
Informasi ini didapatkan oleh beberapa warga yang mengeluh atas dugaan pungli tersebut. Salah satunya warga Kp. Rengas Sepuluh RT 01/06.
Ia mengaku telah dipungut biaya sebesar Rp200 ribu untuk satu karung beras yang berukuran 10 Kg. Beras tersebut dibayar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berasal dari uang Bantuan Langsung Tunai (BLT). Selain itu beras wajib ditebus dengan jumlah yang fantastis untuk satu KK.
Adapun untuk bantuan PKH yang didapatkan warga sebesar Rp600 ribu dan Rp300 ribu dari bantuan BLT BBM sehingga berjumlah menjadi Rp900 ribu.
Masih kata warga Kp. Rengas Sepuluh, yang menjadi korban semua mendapatkan beras itu dipotong sebesar Rp200 ribu per karung berisi 10 KG oleh Ibu Sopiah selaku pendamping PKH Desa Labansari.
Penerima bantuan tersebut mengatakan bahwa beras ini harus ditebus dan uangnya dibayarkan ke Pak Jabar selaku pengurus BLT di Desa Labansari yang bertempat tinggal di Kp. Babakan.
Sambung warga yang enggan menyebutkan nama, mengatakan bahwa ada salah satu warga yang sebelumnya mendapatkan BLT namun sudah tiga kali pencairan tersebut tidak pernah mendapatkan lagi sedangkan kondisi saat ini yang terbilang serba mahal ini malah tidak mendapatkannya lagi.
Sementara itu saat dikonfirmasi oleh awak media dutapublik.com
Ibu Sopiah bungkam dan blokir nomor WhatsApp wartawan. (Rahmat)





