Duta Publik

Panglima Hulubalang LAM Riau Pekanbaru Sebut Pernyataan Oknum PBNU Rendahkan Martabat Anak Keponakan Melayu

59

dutapublik.com, PEKANBARU – Beredar berita tentang terjadinya penonaktifan Datuk H.T. Rusli Ahmad sebagai Ketua PWNU Riau, secara mendadak sangat disayangkan sejumlah pihak. Di sisi lain, H.T. Rusli Ahmad selain sebagai Tokoh di Riau, beliau juga sebagai Dewan Pembina di Hulubalang Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru.

Hendry Rambah selaku Panglima Hulubalanq Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru, saat ditanya di kantor LAM Riau Kota Pekanbaru mengaku sangat menyayangkan keputusan tersebut secara mendadak dilakukan, apalagi ada pernyataan oknum dari PBNU mengatakan Datuk H.T. Rusli Ahmad tidak pantas dipanggil Kiyai.

“Pernyataan ini tentunya sangat mengusik kami selaku anak keponakan Melayu, karena panggilan Kiyai itu tidak serta merta mereka harus menjabat selaku pimpinan dari NU saja, tapi salah satu bentuk panggilan santunnya orang orang NU di dalam memanggil seseorang,” ujar Hendry, Sabtu (20/1/2024).

Lanjut Panglima Hulubalang Hendry Rambah, tentang kisruh yang terjadi di tubuh PBNU Provinsi Riau, selaku anak keponakan ia mengaku tidak punya kepentingan, tapi dalam hal pernyataan oknum tersebut sangat disayangkan.

Lanjut Panglima, selama ini diketahui bagaimana PWNU Provinsi Riau dapat berjalan dengan baik, dan itu semua di bawah kepemimpinan H.T. Rusli Ahmad. Telah banyak yang diperbuat dengan langkah nyata, dalam membawa nama PWNU Riau untuk bisa tampil ke publik.

Lanjut Hendry Rambah, pihaknya meminta kepada oknum dari PBNU yang menyampaikan hal itu, sama halnya merendahkan anak keponakan Melayu Riau dan juga merendahkan tokoh Riau dan bisa jadi dari pernyataan tersebut, melecehkan tokoh yang ada di Riau.

Intinya, lanjut Panglima Hulubalang LAM Riau Kota Pekanbaru Hendry Rambah, tentang persoalan kisruh baik di PBNU maupun dan PWNU Riau, pihaknya tidak mau terlibat, namun lanjut Hendry Rambah peryataan oknum dari PBNU harus ditarik kembali. “Karena Riau secara keseluruhan dan khususnya Kota Pekanbaru Negeri yang Bertuan, dan mempunyai anak keponakan Melayu yang tentunya tidak akan membiarkan para tokoh-tokohnya atau tokoh adatnya terusik atau dilecehkan,” ungkap Hendry.

Sambil mengakhiri pernyataannya, Panglima Hulubalang Riau Hendry Rambah menyampaikan kepada oknum dari PBNU agar santun dalam menyampaikan sesuatu, karena Melayu itu identik dengan Islam, apalagi PBNU adalah sebuah lembaga organisasi besar yang selama ini sangat dihormati. “Alangkah eloknya juga PBNU dapat menempatkan orang-orang yang lebih bijaksana, santun baik perbuatan dan ucapannya agar Marwah NU di Nusantara ini benar benar menjadi sebuah lembaga yang dihormati, tanpa ada carut marut yang menyangkutkan pribadi seseorang,” tutupnya. (Erick)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!