dutapublik.com, KARAWANG – Musim panen raya padi di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sebagian besar telah rampung dilaksanakan. Para petani dalam melakukan panen padi menggunakan beberapa jasa mesin panen padi. Di antaranya mesin Komben, mesin Rontog, dan pengendara ojek pengangkut padi hasil panen.
Dengan menggunakan jasa mesin panen padi tersebut, memang sangat terlihat efisiensi dan banyak manfaat yang dirasakan oleh para petani. Salah satunya hasil panen yang didapatkan bisa mendongkrak nilai jual padi.
Namun di sisi lain, dampak yang ditimbulkan oleh mesin panen padi tersebut juga berdampak negatif terhadap lingkungan. Seperti, mesin panen padi tersebut akan meninggalkan ceceran tanah dan lumpur sepanjang jalan yang dilintasi oleh mesin tersebut serta ada sebagian bangunan TPT (Tanggul Penahan Tanah) atau Turap yang hancur akibat sengaja dilindas untuk lintasan mesin panen padi.
Adalah 2 bangunan TPT di Dusun 2 Pulogebang Desa Purwajaya Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengalami kerusakan parah akibat dilindas oleh roda besi mesin Komben.
“Kejadiannya sekitar lima belas hari yang lalu. Dua bangunan Turap (TPT_red) rusak dan hancur dilindas oleh Komben. Sedangkan orang yang menjadi penanggung jawab lapangan mesin Komben tersebut yaitu Pak Yadi, orang Pulogebang,” ujar, Kadus Ujang Karnadi alias Ohang, kepada media dutapublik.com, pada Kamis (25/7/2024).
Dikatakan, Kadus Ohang, bahwa dirinya sudah melakukan mediasi dengan Yadi, agar rusaknya bangunan TPT tersebut harus segera diperbaiki.
“TPT itu kan dibangun dari uang negara. Saya sudah mediasi dengan Pak Yadi, saat awal ketahuan rusak. Namun, Pak Yadi, bilang nanti dulu katanya masih sibuk mengawasi aktivitas Komben yang menjadi tanggung jawabnya,” ungkapnya.
Ohang, menegaskan bahwa jika kerusakan TPT tersebut tetap dibiarkan, maka dirinya akan melaporkan dugaan kelalaian yang mengakibatkan kerusakan tersebut.
“Sekali lagi saya tegaskan bahwa bangunan Turap ini dibangun dari uang negara. Jika kerusakan ini tetap dibiarkan, maka saya sendiri yang akan membuat laporan polisi,” tegasnya.
Sementara, Yadi, saat dikonfirmasi oleh media dutapublik.com, melaui pesan WhatsApp, terkait kerusakan TPT tersebut, Yadi, berjanji akan memperbaiki kerusakan tersebut.
“Waalaikumsalam. InsyaAllah besok juga mau diperbaiki,” katanya, pada Jumat (26/7/2024).
Seyogianya, para penanggung jawab lapangan (PL) mesin panen padi tersebut, harus lebih memperhatikan dan menjaga sarana dan prasarana lingkungan. Dalam artian jangan hanya mengutamakan keuntungan dan kepentingan isi perutnya semata. (Nendi Wirasasmita)





