Bupati Madina dan Wabup Dampingi Dua Menteri Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Tanggabosi

204

dutapublik.com, MADINA – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution bersama Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution mendampingi Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan, dan Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, dalam penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir yang mengungsi di SDN 037 Tanggabosi, Kecamatan Siabu, Kamis (4/12/2025).

Kedatangan kedua menteri tersebut sebelumnya disambut oleh kepala daerah di Bandar Udara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, Kecamatan Bukit Malintang. Mereka berkunjung ke Bumi Gordang Sambilan bersama Ketua Komisi VII DPR, Saleh Partaonan Daulay.

Di hadapan masyarakat, Zulhas menegaskan bahwa pemerintah telah menyalurkan ribuan ton bantuan untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Sudah 3.000 ton lebih dikirim ke Aceh. Ini data, saya tidak mengarang-ngarang,” ujarnya.

Ketua Umum PAN itu menjelaskan bahwa pendistribusian masih terkendala akses transportasi. “Pengiriman menggunakan helikopter sangat terbatas, sementara jalur darat membutuhkan kendaraan besar dan memakan waktu,” sebutnya.

Zulhas merinci bantuan yang dikirim ke Aceh sebanyak 3.013 ton, ke Sumatera Utara 7.179 ton, dan ke Sumatera Barat 4.895 ton. Ia juga mengakui bahwa distribusi belum sepenuhnya merata, termasuk ke Kabupaten Madina yang baru menerima 184 ton bantuan.

Belasan ribu ton bantuan tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap warga yang tengah menghadapi musibah.

“Ini semua perhatian pemerintah atas perintah Bapak Presiden. Kami rapat saja tidak boleh, harus bekerja semaksimal mungkin,” kata Zulhas.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan paling mendesak bagi para korban saat ini adalah sembako, pakaian, dan air bersih.

“Air banyak, tetapi tidak bersih. Untuk mengolahnya itu yang menjadi masalah,” jelasnya.

Zulhas juga menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban di tiga provinsi tersebut dan berdoa agar masyarakat diberi kekuatan serta ketabahan.

“Banyak warga kehilangan anggota keluarga secara tiba-tiba akibat banjir bandang. Ada yang baru tidur dengan suaminya, besoknya suaminya sudah tidak ada. Ada istrinya tidak ada, ada anaknya tidak ada. Kita semua sedih, kita berduka,” pungkasnya. (S.N)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *